Laporan PKL SMK Cilincing 3, Jakarta Utara, Ahmda S
Jakarta,26
Mei 2026
Kepada Yth
Bapak/Ibu Pimpinan PT INDOFOOD
SUKSES MAKMUR DIV ( BOGASARI )
Jl.Raya Cilincing No. 1, Tanjung
Priok, Jakarta Utara, Dki Jakarta 14110
Dengan hormat
Sehubungan dengan informasi yang
saya peroleh dari 28 Mei 2026 bahwa di
( PT.INDOFOOD SUKSES MAKMUR DIV BOGASARI.) yang bapak/ibu pimpin sedang
membutuhkan karyawan, maka dari itu saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
AHMAD SAPUTRA
Tempat,Tanggal Lahir : Jakarta, 27 Oktober 2007
Jenis Kelamin :
Laki-Laki.
Pendidikan Terakhir :
SMK CILINCING 3 JAKARTA
No Telepon :
081294707190
Agama :
Islam
Alamat :
Jl. Lagoa GG II B II RT 8 RW 2 NO.25
Dengan ini saya mengajukan
permohonan kepada Bapak/Ibu agar kiranya dapat menerima dapat menerima saya
sebagai karyawan di Perusahaan Bapak/ Ibu pimpin. Saya memiliki kondisi
Kesehatan yang baik, jujur , ulet, memiliki loyalitas tinggi, cepat memahami
bidang baru yang sedang dipelajari atau di kerjakan , motivasi tinggi dan
bersedia ditempatkan sesuai dengan kebutuhan di Perusahaan.
Sebagai bahan pertimbangan bagi
Bapak/Ibu saya lampirkan :
1. Fotocopy KTP
2. Portopolio 3x4
3. Fotocopy ijazah terakhir
4. Fotocopy transkip nilai
5. Fotocopy SKCK
6. Daftar Riwayat Hidup (CV)
Dengan demikian surat
lamaran ini saya buat sesuai dengan kondisi saya yang sebenar-benarnya. Semoga
dapat dijadikan pertimbangan oleh Bapak/Ibu. Atas perhatian dan Kerjasamanya,
saya sampaikan banyak terima kasih.
HORMAT SAYA
HMAD SAPUTRA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Praktik
Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan
pengalaman kerja nyata kepada siswa/mahasiswa. Dengan adanya PKL, peserta dapat
memahami dunia industri secara langsung.
PT
Bogasari Flour Mills dipilih sebagai tempat PKL karena merupakan perusahaan
besar yang bergerak di bidang pengolahan gandum menjadi tepung terigu.
B. Tujuan PKL
·
Menambah
wawasan tentang dunia kerja
·
Meningkatkan
keterampilan
·
Menerapkan
ilmu yang telah dipelajari
·
Melatih
disiplin dan tanggung jawab
C. Manfaat PKL
- Bagi siswa: menambah pengalaman kerja
- Bagi sekolah: menjalin kerja
sama dengan industri
- Bagi perusahaan: membantu
pekerjaan operasional
BAB II
PROFIL
PERUSAHAAN
A.
Sejarah Perusahaan
PT Bogasari Flour Mills
merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan gandum menjadi
tepung terigu dan produk turunannya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1971
dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974.
Pada awalnya, PT Bogasari Flour Mills berdiri sebagai perusahaan yang
berada di bawah pengelolaan pemerintah Indonesia. Namun seiring perkembangan
waktu, perusahaan ini kemudian menjadi bagian dari Indofood Sukses Makmur, salah satu perusahaan
makanan terbesar di Indonesia.
PT Bogasari memiliki
pabrik utama yang berlokasi di Jakarta (Tanjung Priok) dan Surabaya (Tanjung
Perak). Dengan kapasitas produksi yang sangat besar, Bogasari dikenal sebagai
salah satu produsen tepung terigu terbesar di dunia.
Seiring
dengan perkembangan industri makanan di Indonesia, Bogasari terus melakukan
inovasi dan peningkatan kualitas produk guna memenuhi kebutuhan pasar, baik
untuk industri besar maupun usaha kecil dan menengah.
B.
Visi dan Misi Perusahaan
Visi
Menjadi
perusahaan pengolahan gandum terkemuka yang menghasilkan produk berkualitas
tinggi dan berdaya saing global.
Misi
Menghasilkan
produk tepung terigu berkualitas tinggi
Memberikan
pelayanan terbaik kepada pelanggan Mendukung
pertumbuhan industri makanan di Indonesia
Mengembangkan
sumber daya manusia yang profesional dan kompeten
Berinovasi
secara berkelanjutan dalam proses produksi dan produk
C. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur
organisasi PT Bogasari Flour Mills disusun secara sistematis untuk mendukung
kelancaran operasional perusahaan. Secara umum, struktur organisasi terdiri
dari:
1.
Direktur Utama (President Director)
Bertanggung jawab atas keseluruhan operasional dan kebijakan perusahaan.
2.
Manajer Produksi
Mengatur proses produksi mulai dari bahan baku hingga produk jadi.
3.
Manajer Quality Control (QC)
Mengawasi kualitas produk agar sesuai standar.
4.
Manajer Teknik (Engineering)
Bertanggung jawab terhadap mesin dan peralatan produksi.
5.
Manajer Pemasaran (Marketing)
Mengelola distribusi dan penjualan produk.
6.
Manajer SDM (Human Resources)
Mengatur tenaga kerja dan pengembangan karyawan.
Struktur
ini dapat berbeda sedikit tergantung lokasi pabrik, namun secara umum memiliki
fungsi yang sama.
D.
Bidang Usaha
PT
Bogasari Flour Mills bergerak dalam bidang industri pengolahan gandum menjadi
berbagai produk pangan, terutama:
Produksi
tepung terigu
Produksi
pasta (spaghetti, macaroni, dll)
Distribusi
produk ke industri dan pasar
Pelatihan
dan pembinaan UMKM di bidang makanan
E.
Produk Perusahaan
PT
Bogasari menghasilkan berbagai jenis tepung terigu dengan merek yang sudah
dikenal luas di masyarakat, antara lain:
1. Cakra Kembar
(protein tinggi, untuk roti & mie)
2. Segitiga Biru
(serbaguna)
3. Kunci Biru
(protein rendah, untuk kue)
4. Lencana Merah
Produk
pasta seperti La Fonte
Produk-produk
ini digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga hingga industri
besar.
F.
Proses Produksi Secara Umum
Proses
produksi tepung terigu di PT Bogasari meliputi beberapa tahapan utama:
1. Penerimaan Gandum
Gandum diimpor dari berbagai negara seperti Australia, Kanada, dan Amerika.
2. Pembersihan (Cleaning)
Gandum dibersihkan dari kotoran seperti batu, debu, dan logam.
3. Penggilingan (Milling)
Gandum digiling menggunakan mesin modern untuk menghasilkan tepung.
4. Pengayakan (Sifting)
Memisahkan tepung berdasarkan tingkat kehalusan.
5. Pencampuran (Blending)
Menyesuaikan kualitas tepung sesuai kebutuhan produk.
6. Pengemasan (Packaging)
Tepung dikemas dalam berbagai ukuran.
G.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
PT
Bogasari sangat memperhatikan aspek keselamatan kerja dengan menerapkan sistem
K3, antara lain:
Penggunaan
alat pelindung diri (APD)
Pelatihan
keselamatan kerja bagi karyawan
Pengawasan
mesin dan lingkungan kerja
Prosedur
darurat (emergency response)
Hal
ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
H. Peran Perusahaan dalam Masyarakat
PT
Bogasari juga berperan aktif dalam kegiatan sosial, seperti:
Pelatihan
baking dan kewirausahaan
Dukungan
untuk UMKM
Program
CSR (Corporate Social Responsibility)
Penyediaan
lapangan kerja
BAB III
PELAKSANAAN PKL
A.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan
Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan di PT
Bogasari Flour Mills yang merupakan perusahaan industri pengolahan
gandum menjadi tepung terigu.
Adapun
waktu pelaksanaan PKL adalah sebagai berikut:
Tempat:
PT Bogasari Flour Mills
Alamat:
(Isi sesuai lokasi PKL, misalnya Tanjung Priok / Surabaya)
Waktu Pelaksanaan:
(contoh: 2 Januari 2026 – 31 Maret 2026)
Jam Kerja:
08.00 – 16.00 WIB (menyesuaikan dengan kebijakan perusahaan)
Selama
pelaksanaan PKL, penulis ditempatkan di bagian (isi sesuai bagian: produksi /
quality control / gudang / administrasi).
B.
Deskripsi Kegiatan PKL
Selama
melaksanakan PKL, penulis melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan
dengan perusahaan. Kegiatan tersebut
bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata serta pemahaman tentang dunia
industri.
Adapun
kegiatan yang dilakukan antara lain:
1.
Pengenalan Lingkungan Kerja
Pada tahap awal, penulis
diperkenalkan dengan lingkungan kerja perusahaan, termasuk:
Tata
tertib perusahaan
Struktur
organisasi
Area
kerja dan fasilitas
Pengenalan
alat dan mesin
2. Observasi Proses Produksi
Penulis
melakukan pengamatan langsung terhadap proses produksi tepung terigu, mulai
dari:
Penerimaan
bahan baku gandum
Proses
pembersihan (cleaning)
Proses
penggilingan (milling)
Proses
pengemasan (packaging)
Melalui
kegiatan ini, penulis memahami alur produksi secara menyeluruh.
3. Membantu Kegiatan Operasional
Penulis
turut membantu pekerjaan ringan sesuai arahan pembimbing, seperti:
Membantu
pencatatan data produksi
Menginput
data ke komputer (jika di bagian administrasi)
Membantu
pengecekan kualitas produk
Menata
barang di gudang
4. Penggunaan Peralatan dan Teknologi
Penulis
mempelajari penggunaan beberapa peralatan kerja, baik manual maupun digital,
seperti:
Komputer
untuk pengolahan data
Mesin
produksi (secara pengamatan)
Alat
ukur sederhana
5. Interaksi dan Komunikasi Kerja
Selama
PKL, penulis juga belajar:
Berkomunikasi
dengan karyawan dan atasan
Bekerja
sama dalam tim
Memahami
etika kerja di lingkungan industri
C.
Jadwal Kegiatan PKL
Berikut
adalah contoh jadwal kegiatan selama PKL:
|
No |
Hari/Tanggal |
Kegiatan |
|
1 |
Minggu 1 |
Pengenalan lingkungan kerja |
|
2 |
Minggu 2 |
Belajar cara kerja alat |
|
3 |
Minggu 3 |
Belajar komponen-komponen kendaraan |
|
4 |
Minggu 4 |
Membantu perbaikan kendaraan |
|
5 |
Minggu 5–8 |
Kegiatan rutin sesuai bagian |
(Jadwal
dapat disesuaikan dengan kegiatan sebenarnya)
D.
Prosedur Pelaksanaan PKL
Dalam
melaksanakan kegiatan PKL, penulis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan
oleh perusahaan, antara lain:
Datang
tepat waktu sesuai jam kerja
Menggunakan
pakaian kerja yang rapi dan sopan
Menggunakan
alat pelindung diri (APD) jika diperlukan
Mengikuti
arahan pembimbing lapangan
Menjaga
kebersihan dan keselamatan kerja
Tidak
mengganggu proses produksi
Dengan
mengikuti prosedur tersebut, kegiatan PKL dapat berjalan dengan tertib dan
lancar.
E.
Kendala yang Dihadapi
Selama
pelaksanaan PKL, penulis mengalami beberapa kendala, di antaranya:
Kurangnya
pengalaman dalam dunia kerja
Kesulitan
memahami istilah teknis industri
Adaptasi
dengan lingkungan kerja baru
Rasa
kurang percaya diri di awal kegiatan
F.
Cara Mengatasi Kendala
Untuk
mengatasi kendala tersebut, penulis melakukan beberapa upaya, yaitu:
Bertanya
kepada pembimbing dan karyawan
Mencatat
hal-hal penting selama kegiatan
Berusaha
aktif dan tidak malu bertanya
Meningkatkan
kedisiplinan dan tanggung jawab
Dengan
cara tersebut, penulis dapat menyesuaikan diri dan menjalankan PKL dengan lebih
baik.
G.
Hasil yang Dicapai
Dari
pelaksanaan PKL ini, penulis memperoleh berbagai hasil dan pengalaman, antara
lain:
Memahami
proses produksi tepung terigu
Mengetahui
sistem kerja di industri besar
Meningkatkan
keterampilan komunikasi
Menumbuhkan
sikap disiplin dan tanggung jawab
Memperoleh
pengalaman kerja nyata
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Analisis Kegiatan PKL
Selama
melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT
Bogasari Flour Mills, penulis memperoleh pengalaman langsung mengenai
sistem kerja di industri pengolahan pangan, khususnya dalam proses produksi
tepung terigu.
Kegiatan
PKL yang telah dilakukan tidak hanya bersifat pengamatan, tetapi juga
keterlibatan langsung dalam beberapa aktivitas operasional. Dari kegiatan
tersebut, penulis dapat memahami bahwa setiap bagian dalam perusahaan memiliki
peran yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Selain
itu, penulis juga memahami bahwa dalam dunia industri, ketepatan waktu,
ketelitian, serta kerja sama tim merupakan faktor utama dalam menunjang
keberhasilan produksi.
B.
Pembahasan Proses Produksi
Salah
satu hal utama yang dipelajari selama PKL adalah proses produksi tepung terigu.
Secara umum, proses ini terdiri dari beberapa tahapan penting, yaitu:
1. Penerimaan dan Penyimpanan Gandum
Gandum
sebagai bahan baku utama diterima dari berbagai negara dan disimpan di silo
dengan sistem yang terkontrol. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas bahan
baku sebelum diproses lebih lanjut.
2. Proses Pembersihan (Cleaning)
Pada
tahap ini, gandum dibersihkan dari kotoran seperti debu, batu, dan benda asing
lainnya menggunakan mesin khusus. Proses ini sangat penting untuk menjaga
kualitas produk akhir.
3. Proses Penggilingan (Milling)
Gandum
digiling menggunakan mesin modern sehingga menghasilkan tepung dengan tingkat
kehalusan tertentu. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan
hasil yang optimal.
4. Proses Pengayakan dan Pemisahan
Tepung
yang dihasilkan kemudian diayak untuk memisahkan partikel berdasarkan ukuran
dan kualitas.
5. Proses Pencampuran (Blending)
Tepung
dicampur sesuai standar tertentu untuk menghasilkan jenis produk yang berbeda,
seperti tepung protein tinggi, sedang, dan rendah.
6. Pengemasan (Packaging)
Produk
akhir dikemas dalam berbagai ukuran dan siap untuk didistribusikan ke pasar.
Dari
proses tersebut, penulis memahami bahwa kualitas produk sangat bergantung pada
ketelitian di setiap tahapan produksi.
C.
Penerapan Teori dengan Praktik
Selama
PKL, penulis dapat membandingkan antara teori yang dipelajari di sekolah dengan
praktik yang ada di lapangan.
Beberapa
kesesuaian antara teori dan praktik antara lain:
Proses
produksi yang sistematis sesuai dengan teori industri
Pentingnya
quality control dalam menjaga mutu produk
Penggunaan
teknologi dalam meningkatkan efisiensi kerja
Namun,
terdapat juga perbedaan, yaitu:
Proses
kerja di industri lebih kompleks dibandingkan teori
Dibutuhkan
kecepatan dan ketelitian yang lebih tinggi
Lingkungan
kerja menuntut kedisiplinan yang lebih ketat
Hal
ini menunjukkan bahwa pengalaman praktik sangat penting untuk melengkapi
pembelajaran teori.
D.
Kendala yang Dihadapi dan Analisis
Selama
pelaksanaan PKL, penulis menghadapi beberapa kendala, seperti:
1. Kurangnya Pengalaman
Penulis
mengalami kesulitan dalam memahami pekerjaan di awal karena belum terbiasa
dengan dunia kerja industri.
2. Kurangnya Pemahaman Istilah Teknis
Beberapa
istilah dalam proses produksi cukup sulit dipahami tanpa penjelasan dari
pembimbing.
3. Adaptasi Lingkungan Kerja
Penulis
membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang disiplin
dan terstruktur.
Analisis:
Kendala
tersebut merupakan hal yang wajar dialami oleh peserta PKL. Hal ini disebabkan
oleh perbedaan antara lingkungan sekolah dan dunia kerja yang sesungguhnya.
E.
Solusi dan Upaya Perbaikan
Untuk
mengatasi kendala yang dihadapi, penulis melakukan beberapa upaya, yaitu:
Aktif
bertanya kepada pembimbing
Mencatat
setiap informasi penting
Berusaha
lebih disiplin dan bertanggung jawab
Meningkatkan
kepercayaan diri dalam bekerja
Upaya
tersebut terbukti membantu penulis dalam memahami pekerjaan dengan lebih baik.
F.
Manfaat PKL bagi Penulis
Pelaksanaan
PKL memberikan banyak manfaat bagi penulis, antara lain:
Menambah
wawasan tentang dunia industri
Meningkatkan
keterampilan kerja
Melatih
sikap disiplin dan tanggung jawab
Menumbuhkan
kemampuan komunikasi dan kerja sama tim
Selain
itu, pengalaman PKL juga memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja yang
akan dihadapi di masa depan.
G.
Evaluasi Pelaksanaan PKL
Secara
keseluruhan, pelaksanaan PKL di PT Bogasari Flour
Mills berjalan dengan baik dan lancar. Perusahaan memberikan bimbingan
yang cukup kepada peserta PKL, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan dengan
maksimal. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan, seperti:
Penambahan
waktu praktik langsung
Peningkatan
penjelasan teknis kepada peserta PKL
Dengan
adanya evaluasi ini, diharapkan kegiatan PKL di masa mendatang dapat menjadi
lebih baik.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
yang telah dilakukan di PT Bogasari Flour Mills,
penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Kegiatan
PKL memberikan pengalaman nyata kepada penulis dalam memahami dunia kerja,
khususnya di bidang industri pengolahan gandum menjadi tepung terigu.
Penulis
memperoleh pengetahuan mengenai proses produksi, mulai dari penerimaan bahan
baku hingga pengemasan produk akhir.
PKL membantu penulis dalam mengembangkan keterampilan, baik secara teknis
maupun non-teknis seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kedisiplinan. Lingkungan kerja di industri menuntut
ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi yang baik.
Secara
keseluruhan, pelaksanaan PKL berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang
sangat besar bagi penulis sebagai bekal di masa depan.
B.
Saran
Sebagai
bentuk evaluasi, penulis memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat
bermanfaat bagi berbagai pihak:
1. Bagi Perusahaan
Diharapkan
dapat terus memberikan bimbingan yang lebih maksimal kepada peserta PKL Memberikan kesempatan lebih banyak bagi
peserta untuk terlibat langsung dalam kegiatan operasional. Menyediakan
penjelasan yang lebih mendalam terkait proses kerja di setiap bagian
2.
Bagi Sekolah
Meningkatkan
kerja sama dengan dunia industri agar siswa mendapatkan tempat PKL yang sesuai.
Memberikan pembekalan yang lebih matang sebelum siswa melaksanakan PKL. Melakukan
monitoring secara berkala selama kegiatan PKL berlangsung
3.
Bagi Siswa/Peserta PKL
Harus
lebih aktif, disiplin, dan bertanggung jawab selama kegiatan PKL
Tidak
ragu untuk bertanya dan belajar hal-hal baru
Menjaga
sikap dan etika selama berada di lingkungan kerja
Dengan
adanya laporan ini, penulis berharap pengalaman selama PKL dapat menjadi
pembelajaran yang berharga dan dapat diterapkan di masa yang akan datang, baik
dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.
LAMPIRAN
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||






0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda